hukum dan kriminal

Polsek Pujud Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Sadis Yang Dilakukan Suhaimi Terhadap Rekan Kerjanya

JURNAL POLISI.COM

Rohil – Polsek Pujud gelar rekonstruksi pembunuhan sadis yang dilakukan Suhaimi (32) tehadap rekan kerjanya Buang (51) di lokasi hutan jalan pasar Senin kepenghuluan Babussalam kecamatan Pujud kabupaten Rokan Hilir-Riau Rabu 4 Desember 2019 sekira pukul 10.00 Wib.

Buang Bin Sanmurid (51) warga Kepenguluhan Babussalam kecamatan Pujud ditemukan sudah tidak bernyawa di lokasi pencarian kayu dengan kondisi korban leher digorok dan tangan di sayat sayat.

Rekonstruksi dipimpin Kanit Reskrim Polsek Pujud Bripka Hariyanto Sihombing serta didampingi para penyidik Polsek Pujud, tersangka Suhaimi didampingi kuasa hukum (PH) Robin SH.MH, sedangkan Istri korban turut menyaksikan rekonstruksi bersama warga sekitar.

Kapolsek Pujud IPTU Amru Abdullah SIK  melalui Kanit Reskrim BRIPKA Harianto Sihombing mengatakan dalam rekonstruksi ini sebanyak 15 adegan dilakukan mulai dari awal hingga akhir  pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka. Ucap Kanit Reskrim.

“Ya, rekon ini kita gelar untuk melengkapi berkas dan memperjelas kronologi kejadian. Ada 15 adegan yang langsung diperagakan oleh tersangka,” ujar Kanit Reskrim BRIPKA Harianto Sihombing 

Rekonstruksi ini sengaja digelar di kehalaman Kantor Polsek Pujud untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat tempat kejadian perkara tidak memungkinkan, lantaran sedang banjir. apalagi korban merupakan warga setempat.

Dikatakan Kanit Reskrim, awalnya korban bersama tersangka berangkat mencari kayu mengarah ke Hutan Pasar Senin dengan menaiki sebuah sampan kayu.setelah itu keduanya mencari kayu cerocok dengan masing-masing.

Pada saat selesai makan siang , saat tersangka Suhaimi bertanya kepada korban Buang “Dapat Berapa Lek” selanjutnya korban menjawab “Dapat 8 Batang , kalau saya (tersangka) dapat 25 batang lek.

Kemudian saat tersangka suhaimi mau mengambil tumpukan kayu nya ternyata hanya tinggal 17 Batang dan langsung menghampiri korban dan bertanya “Dapat dari mana kayu lek 8 batang ini” selanjutnya korban menjawab “ini kayu ku” dan tersangka suhaimi berkata “Kayu lelek aja baru 3 ” dan korban berkata kembali “Kayuku 8, Kayu ku lah”terang Kanit reskrim.

 Selanjutnya antara korban dan tersangka terjadi cek cok mulut sehingga tersangka jadi emosi , lalu tersangka merokok membelakangi korban, sambil membuka baju yang di pakainya untuk membekap mulut dan hidung korban serta mengkunci tangan korban serta menjepit kakinya.

Pada waktu itu juga korban sempat berontak beberapa kali akan tetapi tldak berhasil dikarenakan tersangka memeluknya sangat erat, setelah korban tidak bergerak lagi ,tersangka melepaskan pelukan dan baju penutup mulut korban dan mayat korban di tenggelamkan dalam air.

Tidak cukup disitu tersangka mengambil kampak dan mengambil mayat korban kembali dan selanjutnya tersangka mengayunkan kampaknya kearah leher kanan sebanyak dua kali dan leher kiri sebanyak empat kali, serta menyayat tangan korban dengan parang panjang sebanyak delapan kali. Jelasnya.

Setelah korban tewas, Korban ditenggelamkan Kedalam air kembali dan ditimpa batang kayu. Selesai itu tersangka pulang kerumahnya.

Kasus ini terungkap setelah istri korban melakukan pencarian terhadap suaminya yang tidak pulang kerumahnya dari bekerja mencari kayu cerocok didalam hutan, Minggu (10/11). Setelah itu dilakukan pencarian bersama masyarakat setempat kelokasi pengambilan kayu cerocok. Akhirnya korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Senin 11 November 2019 sekira pukul 11.30 wib.

Penulis Akhir Rambe/Ahmad Fauji

banner polri
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

banner polri banner polri
To Top