hot news

Terbaru, Surat Pemeriksaan Jenazah (Anggota TNI, Asal Nias) Serda Alm. Iman Berkat Gea, Di Duga Rekayasa Belaka

Kematian Serda Iman Berkat Gea, banyak kejanggalan, mulai keterangan pukulan ke dada sebelah kiri, jahitan dileher bagian kiri, benjolan dikepala belakang sebelah atas,

JURNALPOLISI.COM, Sumatera Utara. Setelah viral atas kejanggalan kematian Serda Iman Berkat Gea, dan menjadi berita terpanas ketika dibatalkan pemakaman jenazah korban oleh pihak keluarga, dan yang akan di Autopsi (otopsi) disalah satu RS. Umum di Gunungsitoli kemarin siang (semalam), semakin mengundang rasa kecurigaan baik warga sekitar, maupun diseluruh masyarakat setanah air.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Laskar Pemuda Nias Bersatu (LPNB), Dofu Gaho, mengecam atas kejanggalan kematian Anggota TNI Serda Iman Berkat Gea itu.

“Saya kecam, dan meminta kepada aparat penegak hukum, agar mempelajari dan mengusut tuntas kasus Serda IBG ini, Hukum itu jangan tajam kebawah, tumpul keatas, kalau tidak,, kami akan laporkan ke Mabes TNI, dan melakukan aksi, jika Pangdam I/BB tidak segera menyelesaikan kasus kematian Serda IBG tersebut, yang terkesan tidak wajar/ janggal,” Ancamnya.

Kemudian, masih lanjut Ketum DPP LPNB, Kami menduga Surat Pemeriksaan Jenazah Korban itu, rekayasa belaka, biar terhindar dari jeratan hukum, karena tidak seperti biasanya itu dilakukan harus dilakukan tindakan medis dengan perlukaan untuk memasukkan zat pengawet, kan biasanya disuntik saja. Aneh gitu lho tindakan Medis seperti itu,” kata Dofu selaku Ketum DPP LPBN dengan nadah keras.

Dia Dofu Gaho Ketum DPP LPNB juga menambahkan, “ada poin perpoin yang dinilai janggal, pertama:

  • Pelarangan membukan Peti Jenazah.
  • Pukulan di dada sebelah kiri.
  • Bekas jahitan Dileher.
  • Surat Pemeriksaan Jenazah
  • ada benjolan dibagian belakang atas kepala

Kami menilai itu semua, janggal, dan terkesan kalau kematian korban, tidak wajar. Keadilan di Negeri ini, harus ditegakan, Negara Indonesia adalah Negara Hukum.” Tegasnya.

Menurut pengakuan Adik kandung korban, “tidak ada bekas luka, bekas pukulan di dada sebelah kirinya, dan benjolan dibagian belakang kepala, sudah kami cek dan periksa seluruh tubuhnya, tapi kenapa dibilang Alm. Abg saya ini, mati karena tendangan keras di dada kirinya?” Ujarnya.

“Yang mengejutkan kita semua, salahsatu rumah sakit di Deliserdang mengeluarkan surat pemeriksaan jenazah dengan nomor 196.445/IKF/VER/XI/2019, prihal Hasil Pemeriksaan Jenazah Korban, An. Iman Berkat Gea, untuk melakukan tindakan medis pengawetan Jenazah dengan perlukaan dileher bagian kiri (kenapa bukan dikanan, atau kenapa tidak dibuat diseluruh badan yang berdaging, karena daging cepat membusuk??),” Kata pihak keluarga.

Perlukaan/ tindak Medis operasi kecil dibagian leher kiri dilakukan, guna untuk memasukkan zat pengawet (zat formalin) untuk kepentingan penerbangan sesuai UU penerbangan, 

“Hal demikian, sah sah saja, tapi sekian banyaknya jenazah dari jakarta yang diterbangkan keseluruh provinsi termasuk Sumut dengan waktu tempuh lebih lama (2 jam) dari pada dari Medan ke Nias (cuma 1 jam), tidak ada pernah dilakukan tindakan medis dengan perlukaan untuk memasukkan zat pengawet (lewat leher), hanya suntikkan saja. (Pengalaman salah seorang yang berdomisili diMedan, sewaktu dia kerja di jasa penerbangan Jesstour & Travel dikarawang, Jakarta Barat).” Sebut Pihak keluarga meniru perkataan salah seorang itu.

Biarpun begitu, biar aparat hukumlah yang berbicara nantinya, termasuk menteri Hukum dan Ham, Prof. Yasonna Hamonangan Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D., kita tunggu saja waktunya tiba,

Keterangan resmi belum didapat jurnalpolisi.com dari pihak yang berwenang. Namun, jurnalpolisi.com masih berupaya menggali informasi selanjutnya, hingga berita ini diturunkan. (Jp.Fasa Giawa, SH0139)

banner polri
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

banner polri banner polri
To Top